MUBA, Topik Sumsel — Kabut asap yang menyelimuti Kota Sekayu dan sekitarnya semakin tebal. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran para orang tua siswa terhadap kesehatan anak-anak yang masih harus menjalani aktivitas sekolah di tengah kualitas udara yang memburuk.
Sejumlah wali murid bahkan mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mengambil langkah cepat dengan mempertimbangkan peliburan sementara kegiatan belajar mengajar hingga kondisi udara kembali membaik.
Rani, salah seorang orang tua siswa taman kanak-kanak (TK) di Sekayu, mengaku khawatir anaknya terus beraktivitas di luar rumah dalam kondisi kabut asap yang semakin pekat.
Menurutnya, meski anak telah dibekali masker, hal tersebut belum sepenuhnya menghilangkan kekhawatiran terhadap dampak paparan asap.
“Asapnya sudah parah, saya khawatir terhadap kesehatan anak. Meskipun sudah dibekali masker, rasa cemas itu tetap ada. Kami berharap sekolah segera diliburkan sampai kabut asap ini hilang,” ujar Rani, Selasa (25/8/2026).
Kekhawatiran serupa disampaikan Eko. Ia meminta pemerintah daerah segera mengambil kebijakan antisipatif, terutama untuk melindungi siswa sekolah dasar yang dinilai rentan terhadap dampak buruk kualitas udara.
Ia berharap pemerintah tidak menunggu sampai ada siswa yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.
“Jangan sampai nanti kalau sudah ada yang terkena dampak, seperti jatuh sakit, baru diambil keputusan untuk libur,” tegas Eko.
Kekhawatiran para orang tua tersebut muncul di tengah kondisi kualitas udara yang berdasarkan pemantauan Air Quality Monitoring System (AQMS) pada 25 Agustus 2026 menunjukkan angka ISPU 136 untuk parameter PM₂.₅ di wilayah Sekayu dan sekitarnya.
Angka tersebut masuk dalam kategori tidak sehat, sehingga masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan polusi udara.
Kondisi kabut asap juga terlihat menyelimuti sejumlah kawasan di Sekayu. Jarak pandang menjadi perhatian, sementara aktivitas masyarakat tetap berlangsung di tengah kondisi udara yang kurang baik.
Menanggapi desakan para orang tua, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muba, Yayan, S.E., M.M., mengatakan pihaknya masih melakukan langkah preventif berupa imbauan sembari memantau perkembangan kondisi di lapangan.
Dikbud Muba, kata Yayan, juga masih menunggu arahan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan pimpinan daerah, serta rekomendasi resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Muba mengenai kondisi lingkungan yang terdampak kabut asap.
“Kami di Dikbud masih menunggu info dan arahan dari Provinsi Sumatera Selatan, arahan pimpinan, serta menunggu rekomendasi resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Muba terkait kondisi perkembangan situasi lingkungan yang terdampak,” jelas Yayan.
Dengan kondisi kualitas udara yang masih berada pada kategori tidak sehat, para orang tua berharap pemerintah dapat mengambil langkah yang cepat dan terukur untuk memastikan keselamatan serta kesehatan siswa selama kabut asap menyelimuti wilayah Sekayu dan sekitarnya.