Sebanyak 48 peserta mengikuti kompetisi tersebut. Setelah melalui babak penyisihan yang ketat, hanya delapan teknisi terbaik yang berhak melaju ke babak final.
Dwiky mengaku bersyukur atas pencapaian yang berhasil diraihnya. Menurutnya, kemenangan tersebut menjadi hasil dari proses panjang, kerja keras, dan pengalaman yang telah dibangun selama bertahun-tahun di dunia perbaikan perangkat Apple.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa meraih juara pertama. Kompetisi ini diikuti teknisi-teknisi hebat dari berbagai negara, sehingga kemenangan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya,” ujar Dwiky saat dihubungi, Senin (15/6/2026).
Ia mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. Sebelum berhasil menjadi juara, dirinya beberapa kali mengikuti kompetisi serupa namun belum mampu meraih hasil maksimal.
“Saya sudah beberapa kali mengikuti kompetisi seperti ini, tetapi selalu gagal. Kegagalan itu justru menjadi motivasi untuk terus belajar, memperbaiki kemampuan, dan mempersiapkan diri lebih baik hingga akhirnya bisa meraih juara,” katanya.