Kalahkan Teknisi dari 7 Negara, Putra Sumsel Juara Repair Phone Fest 2026 di Malaysia

M. Dwiky Putra, teknisi sekaligus pemilik Abangmac Store & Service Apple asal Sumatera Selatan, menunjukkan trofi juara usai meraih peringkat pertama pada ajang Repair Phone Fest 2.0 di Shah Alam, Selangor, Malaysia.
750 x 100 AD PLACEMENT

PALEMBANG, Topik Sumsel Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra daerah Sumatera Selatan di kancah internasional. M. Dwiky Putra, teknisi sekaligus pemilik Abangmac Store & Service Apple, berhasil meraih juara pertama dalam ajang Repair Phone Fest 2.0 Tahun 2026 yang digelar di IDCC Shah Alam, Selangor, Malaysia, pada 13-14 Juni 2026.

Kompetisi bergengsi tersebut mempertemukan para teknisi ponsel terbaik dari berbagai negara, seperti Malaysia, Indonesia, China, Thailand, Laos, India, dan Singapura. Ajang ini menjadi wadah unjuk kemampuan para teknisi dalam menangani perbaikan perangkat seluler dengan tingkat kesulitan tinggi.

Dalam perlombaan yang menguji kecepatan dan ketepatan perbaikan CPU A17 pada iPhone 15 Pro Max, Dwiky tampil impresif dengan mencatatkan waktu tercepat, yakni 12 menit 1 detik.

Posisi runner-up juga diraih peserta asal Indonesia, Yudi, dengan catatan waktu 13 menit 28 detik. Sementara peringkat ketiga ditempati peserta asal China, Xiao Yu, yang menyelesaikan tantangan dalam waktu 14 menit 2 detik.

Sebanyak 48 peserta mengikuti kompetisi tersebut. Setelah melalui babak penyisihan yang ketat, hanya delapan teknisi terbaik yang berhak melaju ke babak final.

Dwiky mengaku bersyukur atas pencapaian yang berhasil diraihnya. Menurutnya, kemenangan tersebut menjadi hasil dari proses panjang, kerja keras, dan pengalaman yang telah dibangun selama bertahun-tahun di dunia perbaikan perangkat Apple.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa meraih juara pertama. Kompetisi ini diikuti teknisi-teknisi hebat dari berbagai negara, sehingga kemenangan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya,” ujar Dwiky saat dihubungi, Senin (15/6/2026).

Ia mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. Sebelum berhasil menjadi juara, dirinya beberapa kali mengikuti kompetisi serupa namun belum mampu meraih hasil maksimal.

“Saya sudah beberapa kali mengikuti kompetisi seperti ini, tetapi selalu gagal. Kegagalan itu justru menjadi motivasi untuk terus belajar, memperbaiki kemampuan, dan mempersiapkan diri lebih baik hingga akhirnya bisa meraih juara,” katanya.

Menurut Dwiky, persiapan yang matang menjadi salah satu kunci keberhasilannya. Ia menjalani latihan intensif sebelum berangkat ke Malaysia guna meningkatkan kecepatan dan akurasi dalam menangani perbaikan perangkat.

“Saya berlatih secara intensif sebelum berangkat. Tantangan terbesar dalam kompetisi ini adalah melakukan proses perbaikan CPU dengan cepat, namun tetap presisi dan sesuai standar,” ungkapnya.

Ia berharap prestasi yang diraihnya dapat menjadi inspirasi bagi para teknisi muda Indonesia untuk terus meningkatkan kompetensi dan berani bersaing di tingkat internasional.

“Saya ingin membuktikan bahwa teknisi Indonesia memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan negara lain. Semoga prestasi ini bisa menjadi motivasi bagi teman-teman teknisi di seluruh Indonesia untuk terus belajar, berkembang, dan berani menunjukkan kemampuan di panggung dunia,” tuturnya.

Repair Phone Fest 2.0 merupakan salah satu kompetisi teknisi ponsel tingkat internasional yang berfokus pada kemampuan troubleshooting, teknik perbaikan tingkat lanjut, serta kecepatan dan ketepatan dalam menangani kerusakan perangkat modern.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT