930 x 180 AD PLACEMENT

Kapolres Muba Tegaskan Pengawasan Ketat BBM Subsidi Jelang Nataru, Warga Diminta Aktif Melapor

Polres Muba saat mengadakan Rakor Operasi Lilin Musi 2025 di Aula Alex Noerdin.
750 x 100 AD PLACEMENT

MUBA, Topik Sumsel Kepolisian Resor (Polres) Musi Banyuasin menegaskan komitmennya dalam mengawasi distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya BBM subsidi jenis solar, menyusul adanya fenomena kelangkaan solar di sejumlah wilayah menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kapolres Muba AKBP God Parlasro Sinaga, SH, SIK, MH mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina dan seluruh instansi terkait untuk memastikan ketersediaan dan distribusi BBM berjalan lancar selama masa operasi pengamanan Nataru.

“Memang akhir-akhir ini ada fenomena sulitnya mendapatkan BBM, khususnya solar. Dari Pertamina sudah memastikan hal ini menjadi perhatian serius dan kami berharap selama masa operasi tidak terjadi lagi,” ujar AKBP God Parlasro Sinaga.

Kapolres menjelaskan, Polres Muba telah membentuk satu grup komunikasi berbasis WhatsApp yang melibatkan seluruh instansi terkait. Grup ini bertujuan mempercepat pertukaran informasi apabila muncul potensi permasalahan di lapangan agar penanganannya bisa dilakukan secara cepat dan tepat.

Selain itu, pihak kepolisian juga mengajak insan pers untuk berperan aktif. Jika ada informasi dari masyarakat terkait permasalahan BBM, diharapkan dapat segera disampaikan melalui layanan Polri 110 atau saluran pengaduan publik lainnya.

“Kita ingin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, baik warga Musi Banyuasin maupun pengguna jalan yang melintas, agar terlayani dengan baik dan maksimal,” tegasnya.

Terkait isu penimbunan BBM subsidi, Kapolres menegaskan tidak akan mentolerir segala bentuk penyalahgunaan. Ia telah memerintahkan Kasat Reskrim Polres Muba untuk membentuk tim khusus guna mengungkap indikasi penimbunan BBM subsidi.

“Manakala masyarakat menemukan indikasi penimbunan BBM, kami siap menindak. Tidak ada penyalahgunaan BBM subsidi, dan kita akan lakukan tindakan tegas bersama pihak terkait,” ujarnya.

Sementara itu, Sales Branch Manager (SBM) Fuel 1 Sumbagsel, Staleva Putra, memastikan kuota Pertalite dan Biosolar di wilayah Musi Banyuasin mencukupi hingga akhir tahun 2025. Pertamina juga telah meminta SPBU dan Pertashop melakukan penambahan stok, termasuk BBM non-subsidi seperti Pertamax dan seri X lainnya.

Terkait pengawasan solar subsidi, Staleva menjelaskan sistem pengawasan sudah dilakukan secara ketat dan berlapis melalui mekanisme digital. Setiap pengisian wajib menggunakan QR Code yang terhubung dengan data kendaraan, nomor polisi, serta foto kendaraan melalui EDC.

“Kalau data QR Code, nomor polisi, dan foto kendaraan tidak sesuai, maka otomatis akan ditolak oleh sistem. Untuk multiple barcode, SOP kami jelas, datanya harus identik,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi kemacetan jalur distribusi, khususnya dari kawasan Kertapati menuju Betung dan sekitarnya, Pertamina menyiapkan mobil tangki kantong di SPBU 24.307.167 di wilayah atas Betung. Langkah ini bertujuan mencegah kekosongan BBM akibat keterlambatan suplai saat terjadi kemacetan panjang.

“Jika diperlukan, suplai juga bisa dialihkan dari Fuel Terminal Jambi,” tambah Staleva.

Masyarakat yang menemukan kendala pelayanan SPBU, termasuk dugaan penimbunan BBM, gangguan fasilitas, maupun pelayanan lainnya, dapat langsung menghubungi Call Center Pertamina 135 atau layanan Polri 110.

Dengan langkah ini, Polres Muba bersama Pertamina berharap distribusi BBM selama periode Nataru berjalan aman, lancar, dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT