PALEMBANG, Topik Sumsel — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Selatan mendorong berbagai pihak untuk ikut bergerak. Karang Taruna Provinsi Sumatera Selatan turut mengambil peran dengan mengerahkan bantuan air bersih dan logistik untuk mendukung penanganan karhutla sekaligus membantu masyarakat terdampak.
Sebanyak 100 mobil tangki air bersih disiapkan untuk mendukung kebutuhan penanganan di lapangan. Selain itu, Karang Taruna juga menyiapkan 1.000 paket sembako, empat unit tenda, serta 2.500 masker.
Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Banyuasin menjadi wilayah yang mendapat perhatian dalam penyaluran bantuan. OKI diketahui terdampak asap akibat karhutla, sementara Banyuasin masih menghadapi ancaman titik api di sejumlah lokasi.
Ketua Karang Taruna Provinsi Sumatera Selatan, Yudha Novanza Utama, mengatakan keterlibatan organisasi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak karhutla.
Menurut Yudha, Karang Taruna memiliki jaringan hingga tingkat desa dan kelurahan yang dapat dimanfaatkan untuk membantu pendataan, penyampaian informasi, hingga pendistribusian bantuan.
“Kami berharap Karang Taruna mengambil peran aktif membantu pemadaman dan penanggulangan bencana karhutla di Provinsi Sumatera Selatan,” ujar Yudha.
Ia menegaskan, Karang Taruna akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta berbagai unsur terkait dalam menjalankan peran sebagai relawan pendukung.

Selain menyalurkan bantuan logistik, jajaran Karang Taruna di daerah juga diminta aktif melaporkan kondisi wilayah terdampak. Langkah tersebut diperlukan agar kebutuhan masyarakat maupun petugas di lapangan dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.
Dalam penanganan karhutla, Karang Taruna tidak mengambil alih tugas petugas teknis. Organisasi tersebut berfokus memberikan dukungan kemanusiaan, logistik, komunikasi, serta membantu mobilisasi masyarakat.
Koordinasi dilakukan bersama unsur terkait, termasuk BPBD Sumsel dan Manggala Agni yang memiliki kewenangan serta kompetensi dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Kalaksa BPBD Sumsel sekaligus Dansatgas Karhutla Karang Taruna Sumsel, M. Iqbal Alisyahbana, mengapresiasi dukungan yang diberikan Karang Taruna.
Menurutnya, bantuan air bersih, masker, sembako, dan tenda sangat dibutuhkan, baik oleh masyarakat yang terdampak asap maupun petugas yang berada di lokasi penanganan karhutla.
“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi Satgas di lapangan dan masyarakat terdampak asap, baik di daerah penghasil asap seperti OKI maupun daerah terdampak seperti Kota Palembang. Akan langsung kami distribusikan,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Banyuasin Netta Indiani turut menyampaikan apresiasi atas kepedulian Karang Taruna terhadap kondisi daerahnya.
Menurutnya, dukungan tersebut sangat berarti bagi Banyuasin yang saat ini menghadapi ancaman titik api di sejumlah wilayah.
“Kami di Kabupaten Banyuasin mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum Nasional Karang Taruna dan Ketua Karang Taruna Provinsi Sumsel. Ini adalah langkah kerja nyata yang sangat membantu karena di Banyuasin sangat banyak titik api,” ujarnya.
Penanganan karhutla di Sumatera Selatan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah dan petugas teknis tetap menjadi garda terdepan dalam upaya pemadaman, sementara organisasi masyarakat seperti Karang Taruna dapat memperkuat sisi pencegahan, edukasi, pendataan, serta bantuan kemanusiaan.
Melalui pengerahan ratusan armada dan ribuan bantuan tersebut, Karang Taruna Sumsel berharap dukungan terhadap masyarakat dan petugas di wilayah terdampak semakin kuat.
Di tengah ancaman karhutla yang masih membayangi Sumatera Selatan, sinergi lintas sektor menjadi salah satu kunci untuk mencegah kebakaran meluas sekaligus mengurangi dampak asap terhadap masyarakat.