Ia menjelaskan, kelompok masyarakat yang paling banyak mengalami ISPA didominasi anak-anak, balita, dan lanjut usia. Kelompok tersebut dinilai lebih rentan mengalami gangguan pernapasan ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap.
Mengantisipasi dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan Muba telah menginstruksikan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk memperkuat layanan.
Rumah sakit, puskesmas hingga puskesmas pembantu (pustu) diminta membuka layanan selama 24 jam, khususnya dalam menangani masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi udara yang tidak sehat.
Ardiansyah mengatakan langkah tersebut juga sejalan dengan arahan pemerintah provinsi agar pelayanan kesehatan tetap tersedia bagi masyarakat selama kondisi kualitas udara belum sepenuhnya stabil.
“Sudah saya perintahkan seluruh pelayanan kesehatan yang ada di Kabupaten Musi Banyuasin, baik rumah sakit, puskesmas maupun pustu untuk membuka layanan 24 jam,” ujarnya.
Dinkes Muba juga mengimbau masyarakat melakukan sejumlah langkah pencegahan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan selama karhutla masih terjadi.