Riwayat dua kejadian tersebut mendorong perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan operasional, penerapan standar kebersihan, serta pengawasan keamanan pangan di dapur penyedia MBG tersebut.
Selain insiden kesehatan yang dialami para siswa, kondisi lokasi dapur juga menjadi perhatian. Berdasarkan pantauan di lapangan sebagaimana disampaikan dalam laporan ini, dapur produksi berada di lantai bawah sebuah ruko yang terintegrasi dengan tempat tinggal pribadi pemilik di lantai atas.
Lokasi dapur itu juga disebut berada dekat dengan tempat pencucian kendaraan atau steam mobil. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pemisahan area produksi makanan dari lingkungan luar yang berpotensi membawa debu, air kotor, maupun residu bahan pembersih.
Meski demikian, dampak kondisi lokasi terhadap keamanan makanan dalam kasus ini masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dan evaluasi teknis oleh pihak berwenang.
Masyarakat pun mendesak agar evaluasi tidak berhenti pada penghentian operasional sementara. Audit terhadap fasilitas, sanitasi, proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan dinilai penting untuk memastikan seluruh persyaratan keamanan pangan benar-benar dipenuhi.