Kemungkinan terusiknya kawanan gajah akibat dari pembukaan lahan yang tidak melakukan pemetaan terlebih dahulu, sehingga terganggunya habitat hewan gajah tersebut.
“Kami sayangkan, karena kejadian ini sudah kesekian kalinya, sehingga mengakibatkan hilangnya nyawa warga,” tuturnya.
Lebih lanjut dikatakannya, dalam hal ini pihak perusahaan PT. BAP, Dirut PT BAP, Sapto Sulityo harus bertanggung jawab dan tentunya harus mengambil langkah-langkah agar tidak adanya lagi korban berikutnya.
“Ini akibat kurang tanggapnya atau reaksinya pihak sosial sacurty departemen, Tunggul dalam menyikapi laporan awal dari warga setempat dan laporan dari kontraktor setempat,” tegasnya.
Ia menjelaskan, hal tersebut dikarenakan kawanan gajah tersebut sudah sering kali menampakan diri.
“Namun, tidak adanya dari pihak Kadep SSD untuk berkordinasi dengan perangkat desa, BKSD dan aparat setempat untuk segera mengambil langkah-langkah menggiring gajah tersebut agar kembali ke habitatnya,” tutupnya.(red)