PALEMBANG, Topik Sumsel — Kebakaran melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Slamet Riyadi, Lorong Kidul Darat RT 19, RW 02, Kelurahan Lawang Kidul, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang, Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Kobaran api membuat warga sekitar berduyun-duyun membantu petugas pemadam kebakaran (Damkar) melakukan upaya pemadaman. Warga bahkan menggunakan peralatan seadanya untuk membantu mencegah api merambat ke bangunan lain.
Proses pemadaman sempat mengalami kendala lantaran lokasi kebakaran berada di dalam gang yang sempit. Kondisi tersebut membuat armada Damkar tidak dapat mendekati titik api secara langsung.
Ditambah cuaca yang cukup panas, petugas harus menyambungkan selang dari mobil pemadam hingga ke lokasi kebakaran agar air dapat menjangkau kobaran api.
Kasi Operasi Dinas Damkar Palembang, M Hardiansyah, mengatakan sedikitnya tiga rumah dan satu bedeng terdampak dalam peristiwa tersebut.
“Untuk penyebab pastinya belum diketahui karena petugas masih fokus melakukan pemadaman,” kata Hardiansyah kepada wartawan.
Menurutnya, informasi awal dari masyarakat mengenai penyebab kebakaran masih beragam. Sebagian warga menduga api berasal dari perangkat elektronik yang terpasang di salah satu rumah.
“Untuk mengetahui secara pasti penyebab kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan petugas kepolisian,” ujarnya.
Hardiansyah menjelaskan, petugas harus menggunakan sambungan selang cukup panjang untuk menjangkau lokasi kebakaran yang berada di dalam gang.
“Kami harus menyambungkan enam rol selang, masing-masing 20 meter, untuk menjangkau lokasi karena terkendala jalan kecil. Untuk unit yang diterjunkan sebanyak tujuh unit mobil pemadaman,” jelasnya.
Sementara itu, seorang warga bernama Ria menyebut sedikitnya empat rumah terbakar dalam kejadian tersebut.
“Kejadiannya sekitar jam 2 siang. Rumah yang terbakar rumah Retno, Wak Su dan Rumah Betel, satunya lagi belum tahu rumah siapa,” kata Ria.
Ria juga menyampaikan informasi yang diperolehnya dari warga terkait dugaan penyebab kebakaran. Menurut dia, api diduga berasal dari korsleting listrik saat pengisian baterai sepeda listrik.
“Katanya ada yang ngecas baterai sepeda listrik di rumahnya, namun ditinggalkan,” ungkapnya.
Meski api sempat membesar dan membakar sejumlah bangunan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Pihak berwenang masih melakukan penanganan dan penyelidikan untuk memastikan penyebab serta jumlah kerugian akibat kebakaran.