Suharyanto juga mengapresiasi kerja keras tim satgas gabungan yang terus berupaya memadamkan api. Penanganan kebakaran lahan gambut membutuhkan perhatian khusus, karena bara api sering kali tersembunyi di dalam tanah meskipun api di permukaan sudah padam. Dua helikopter water bombing BNPB terlihat terus melakukan operasi pemadaman di wilayah terdampak, menunjukkan kemampuan Indonesia dalam menangani bencana meskipun fenomena El Nino juga mempengaruhi cuaca tahun ini.
“Pada tahun 2023, meskipun El Nino terjadi, kita bisa menangani kebakaran lebih cepat, gesit, dan terpadu. Kebakarannya ada, tapi tidak meluas dan tidak sampai menyeberang ke negara tetangga. Ini adalah kemajuan yang signifikan sejak 2015,” jelas Suharyanto.
Ia mengajak seluruh personel satgas dan jajaran Forkopimda untuk mengubah pola pikir bahwa karhutla bukanlah kesempatan untuk menguntungkan beberapa pihak. Ia juga menekankan pentingnya penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan, yang menjadi penyebab 99 persen karhutla.