“Jangan sampai karhutla ini justru memberi keuntungan kepada pihak-pihak tertentu. Kita harus menjaga kedaulatan rakyat dan mencegah asap menyebar hingga ke negara tetangga,” tegas Suharyanto.
Suharyanto juga menyoroti bahwa kemampuan Indonesia dalam menangani bencana, termasuk karhutla, telah meningkat. Indonesia kini bukan lagi negara penerima bantuan internasional, tetapi telah menjadi salah satu negara donor dalam penanganan bencana di berbagai negara, seperti Turki, Pakistan, Nepal, dan Palestina.
“Kita sudah 14 kali memberikan bantuan kepada negara lain. Namun, kita harus memastikan bahwa bencana di dalam negeri, seperti karhutla ini, dapat ditangani dengan baik. Karhutla di Sumatera Selatan tahun ini harus menjadi yang terakhir, tidak boleh berulang pada tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.