Saat sejumlah debt collector datang kerumah korban, sudah dijelaskan oleh ayah korban Hasyim kalau anaknya belum bisa membayar karena uangnya digunakan untuk memperbaiki motornya yang rusak dan jatuh temponya juga hari Senin.
“Sudah dijelaskan oleh ayah saya kepada debt collectornya, tapi mereka tetap ngotot agar segera dibayarkan angsuran adiknya. Sehingga singkat cerita terjadilah cek cok mulut antara ayah saya dengan salah satu debt collector hingga terjadi tarik menarik ayah saya dengan debt collector yang datang,” jelasnya.
Saat kejadian ada teman debt collector yang merekam keributan, dan diakui Karin ayahnya sempat mengambil batu ulekan sambel tapi tidak sampai dipukulkan ke debt collector.
“Dari keributan tersebut adik saya mengalami luka sayatan dibagian pergelangan tangan kanan dan kiri. Karena saat itu, debt collector menantang ayah saya untuk duel sehingga memancing kemarahan adik saya yang sedang tidur dilantai dua rumah,” jelasnya.
Diakui Karin saat itu, sempat terjadi tarik perkelahian antara adiknya dengan debt collector namun dalam perkelahian dilakukan dengan tangan kosong.