Menurutnya hampir mirip dengan LPG, setelah melihat langsung, antara api LPG dan DME untuk memasak, sama saja. Kalau ini yang dilakukan, yang di Bukit Asam ini, yang bekerja sama dengan Pertamina dan Air Products bisa sudah berproduksi bisa mengurangi subsidi dari APBN sebesar 7 triliun kurang lebih.
Kalau semua LPG nanti disetop dan semua pindah ke DME tentunya besar sekali uang 67 triliun itu akan bisa dikurangi subsidinya dari APBN, ini yang terus dikejar selain akan memperbaiki neraca perdagangan karena tidak impor.
“Dan kalau impor LPG terus dilakukan maka Negara dan masyarakat akan terus dirugikan,” tegasnya.
Masih kata Jokowi, dengan proyek hilirisasi batu bara menjadi DME akan mampu membuka 11 – 12 ribu lapangan pekerjaan, dan kalau ada 5 proyek DME seperti ini di Indonesia akan ada 70 ribu lapangan pekerjaan akan tercipta, belum lapangan pekerjaan tidak langsung sekitar 2 – 3 kali lipat. Makanya ini dikejar terus, untuk memastikan selesai, dari 30 bulan seperti yang ditargetkan.
“Jangan ada mundur – mundur lagi. Dan harapan nantinya, setelah disini selesai, dimulai lagi di tempat lain, karena proyek DME ini hanya bisa mensuplai Sumsel dan sekitarnya kurang lebih 6 jutaan KK, karena deposit jauh dari cukup untuk urusan DME ini,” pungkasnya.