“Motor saya sudah tidak ada lagi hanya helm saja yang ada,” ungkapnya.
Penasaran dengan pelakunya, Taufik meminta tetangga untuk membuka rekaman CCTV dan ternyata benar ada dua pelaku satu yang mengeksekusi dan satunya memantau situasi.
“Mereka masuk dari Jalan Mayor Ruslan terus masuk Lorong Muhammadiyah terus masuk halaman sini,” katanya.
Karena sepeda motornya hilang, Taufik sementara menggunakan sepeda motor milik adiknya untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk untuk berjualan kemplang.
“Saya jualan kemplang nganter ke orang-orang, jadi sementara pakai motor adik,” katanya.
Dari kejadian tersebut Taufik sudah membuat pengaduan ke Polsek Ilir Timur I tetapi belum membuat laporan resmi. Karena masih ada syarat yang harus dilengkapi.