Di dalam masjid, pengunjung akan mendapati warna dominan merah yang identik dengan budaya Tionghoa. Desain daun pintu utama, pancang-pancang, dan ornamen pagar pembatas di bagian atas kian mempercantik tampilan interior masjid yang kental nuansa Tionghoa.
Di gerbang atau gapura masjid yang bergaya Tiongkok, dengan pilar merah dan atap limas berwarna kuning emas, terdapat sebuah papan nama bertuliskan “Masjid Muhammad Cheng Hoo”, lengkap dengan aksara Mandarin.
Penggunaan ornamen-ornamen khas tersebut bukan tanpa sebab. Selain karena Masjid Cheng Ho ini dibangun di tanah Palembang, masyarakat juga menyadari adanya kedekatan antara kebudayaan Palembang dan kebudayaan Tionghoa.
Ketua Masjid Cheng Ho Palembang Ustadz Yanto mengatakan Masjid Cheng Ho Palembang dibangun Persatuan Islam Tionghoa Indonesia.
Dimana pada saat ada keturunan Tionghoa menjadi mualaf namun keluarganya tidak merestuinya, sehingga membangun lah Masjid dan membuat persatuan para mualaf untuk belajar agama Islam disini
“Masjid Al-Islam Muhammad Cheng Hoo di Palembang, peletakan batunya pada tahun 2022 dan digunakan tahun 2008,”katanya