JIRAK JAYA, Topik Sumsel – Sektor pariwisata sudah menjadi salah satu penyumbang untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) suatu daerah. Hal ini membuat Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) gencar mengembangkan potensi-potensi wisata dan juga sebagiannya bernilai sejarah.
Selasa (17/11/2021) kemarin, Manau Kuning sudah diresmikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Muba Beni Hernedi SIP untuk menjadi salah satu destinasi wisata Kabupaten Muba yang dinilai akan menjadi trend pariwisata masa depan.
Dikatakan Beni, Kabupaten Muba secara geografis memang tidak punya gunung, pantai dan lainnya, tapi punya alam luas yang bisa dikemas sedemikian rupa sehingga bisa diangkat menjadi obyek wisata.
“Datang dan melihat langsung wisata Manau Kuning saya sangat takjub, suasana yang sejuk dan instagramable. Inilah trend pariwisata masa depan yang patut dicontoh kecamatan lainnya, karena Kecamatan Jirak Jaya sudah lebih maju dari kecamatan yang lain dalam sektor pariwisata,” sebutnya.
Terpisah, Camat Jirak Jaya Yudi Suhendra SE MSi juga menjelaskan, bahwa Kecamatan Jirak Jaya memiliki wisata yang tidak hanya memanjakan mata tetapi juga memiliki nilai sejarah.
“Ya, kemarin Kecamatan Jirak Jaya bersama dengan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Muba menggelar Festival Manau Kuning di Desa Jirak, kami harap Festival ini bisa menjadi agenda tahunan dari sektor pariwisata Muba”, jelasnya saat diwawancarai awak media, Rabu (17/11/2021).
“Kami harap dengan adanya Festival Manu Kuning ini bisa meningkatkan kearipan lokal dan juga bisa mengembalikan perekonomian disektor pariwisata yang sempat jatuh pandemi yang melanda selama hampir dua tahun ini”, lanjutnya.
Selain itu, Kecamatan Jirak Jaya juga memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang juga bisa membantu untuk mempromosikan sektor pariwisata yang ada di Kabupaten Muba, salah satunya SKY RAP yang merupakan sekelompok penggiat industri musik asal Kecamatan Jirak Jaya yang ikut mempromosikan sektor pariwisata Kabupaten Muba lewat karyanya.

Perlu diketahui, Manau Kuning adalah Anak dari Sungai Keruh, dan Sungai Keruh adalah anak dari Sungai Musi. Tercatat pada buku “Sejarah Perjuangan Bersenjata Rakyat Marga Sungai Keruh”, Manau Kuning merupakan salah satu saksi sejarah perjuangan, tepatnya pada 2 agustus 1945 terjadi perperangan antara Gerakan Persatuan Pemuda Islam yang dipimpin Laskar Jimbun melawan Belanda tepat di pintu jembatan Manau Kuning, yang sekarang bertepatan dilokasi wisata Manau Kuning.
“Ya, disini (Kecamatan Jirak Jaya) juga merupakan tempat bersejarah, disini ada yang namanya Bukit Palagan yang merupakan tempat orang bersembuyi untuk menyerang Belanda pada masa itu, dan sekarang tepat diatas Bukit Palagan itu Kantor Camat Jirak Jaya didirikan saat ini. Insya Allah disana juga (Sekitar Kantor Camat Jirak Jaya) akan dibangun beberapa spot wisata”, pungkasnya.(win)