“Produktifitas TBS Peremajaan Sawit Rakyat yang dilakukan oleh Pekebun swadaya sangat tinggi dengan pencapaian sesuai dengan yang diharapkan. Harga jual TBS saat ini mencapai Rp. 2.576,-/Kg ditambah insentif sebesar Rp. 25 /Kg sehingga harga diterima pekebun sebesar Rp. 2.601,-/Kg,”ujar Beni.
Ketua PMI Kabupaten Muba ini juga menyampaikan terimakasih kepada Kementerian Pertanian yang telah menunjukkan Muba untuk melakukan panen pada puncak rangkaian HPS ke-41.
“Sedikitnya di lahan seluas 4.446 hektare PSR tersebut sudah menghasilkan sawit yang berkualitas dan disebut-sebut sangat andil menopang perekonomian, tidak hanya di Muba namun di skala nasional,”pungkasnya.
Beni juga mengungkapkan, HPN kali ini mengangkat isu suistanable (keberlanjutan), oleh karena itu upaya yang telah dilakukan Pemkab Muba bersama para petani kelapa sawit ini betekad memang untuk menjadikan perkebunan kelala sawit ini tetap sejalan dan mematuhi kaidah-kaidah bagaiman lingkungan hidup itu mrnjadi perhatian
“Jadi isu pangan dunia bukan hanya memperhatikan apa yang kita makan tapi apa yang kita makan itu tidak berdampak buruk pada perubahan iklim, kita sedang terus berusaha agar kelapa sawit di Muba betul-betul suistanable, tidak hanya menopang pertumbuhan ekonomi tapi juga memperhtikan lingkungan alam dan sekitarnya.