Saat tiba di TKP yang ditunjuk pelaku, Sahroni diminta menunggu dengan alasan uang ada pada istrinya. Pelaku kemudian meminjam motor korban untuk mengambil uang. Namun, setelah ditunggu berjam-jam, pelaku tak pernah kembali.
“Suami saya akhirnya pulang dengan berjalan kaki dalam keadaan bingung. Setelah dicek CCTV, terlihat suami saya menuruti saja perintah pelaku, seperti dalam keadaan terhipnotis,”jelas Warda.
Belakangan diketahui, rumah yang ditunjuk pelaku bukanlah miliknya, melainkan rumah kosong.
Saat kejadian, pelaku terlihat memakai jaket dengan kaos cokelat berlogo kepolisian, sehingga sempat meyakinkan korban.
“Kalau lihat penampilannya, orangnya seperti polisi. Makanya kami percaya. Ternyata motor dan donat malah dibawa kabur,” tandasnya.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan memburu pelaku.