Kasi Humas menjelaskan, sebelum kejadian korban diketahui berada di kebun bersama orang tuanya, Rowani, untuk menjaga kebun durian yang berada di sekitar area kebun sawit milik keluarga. Sekitar pukul 04.00 WIB, orang tua korban masih bersama korban di pondok kebun. Selanjutnya sekitar 04.30 WIB, orang tua korban tertidur di pondok tersebut.
“Diduga saat orang tuanya tertidur, korban keluar dari pondok untuk mengecek apakah ada buah durian yang jatuh,” jelas IPTU Hutahaean.
Sekitar pukul 06.00 WIB, Rowani mendengar teriakan yang memanggil namanya. Saat keluar dari pondok dan mendekati sumber suara, ia mendapati anaknya sudah tergeletak di tanah dalam kondisi bersimbah darah dan meninggal dunia.
Selain orang tua korban, saksi lain bernama Subhan Adinata (51), seorang petani yang melintas menuju kebunnya, turut mengetahui kejadian tersebut dan membantu memberitahukan kepada pihak keluarga.
“Setelah menerima laporan, personel Polsek Lais langsung mendatangi lokasi kejadian, memasang garis polisi, serta melakukan penyelidikan awal. Saat ini kami masih melakukan pendalaman untuk mengungkap pelaku,” ungkapnya.