Bagindo juga menyoroti pentingnya menjaga independensi organisasi. Menurut dia, organisasi kemasyarakatan perlu memiliki ruang yang cukup untuk menyuarakan kepentingan masyarakat tanpa terseret kepentingan kelompok maupun elite politik tertentu.
“IKA-MUBA juga harus mampu mengeliminasi dan menghindari intervensi serta kepentingan politik, baik dari kelompok maupun elite politik, dari dalam maupun di luar masyarakat Muba,” tegasnya.
Bagindo menilai independensi menjadi salah satu modal penting agar IKA-MUBA dapat menjalankan fungsi sosial secara objektif. Dengan demikian, organisasi tersebut dapat menjadi jembatan aspirasi masyarakat Muba di perantauan sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Terlebih, masyarakat asal Muba yang berada di luar daerah, termasuk di Palembang, memiliki potensi sumber daya manusia yang besar. Jejaring tersebut dapat dihimpun untuk mendukung berbagai kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, kemanusiaan, hingga penguatan hubungan antarsesama warga Muba.