Pengamat Soroti Masa Depan IKA-MUBA: Jangan Hanya Jadi Wadah Silaturahmi

Pengamat Bagindo Togar menilai IKA-MUBA perlu memperkuat program sosial dan menjaga independensi organisasi.
750 x 100 AD PLACEMENT

PALEMBANG, Topik Sumsel — Pengukuhan kepengurusan Ikatan Keluarga Musi Banyuasin (IKA-MUBA) periode 2026–2030 di Griya Agung Palembang menjadi momentum bagi organisasi yang menghimpun masyarakat asal Musi Banyuasin (Muba) di perantauan untuk memperkuat peran sosialnya.

Pengamat Politik Sumatera Selatan, Bagindo Togar, menilai IKA-MUBA ke depan tidak cukup hanya menjadi wadah silaturahmi dan perkumpulan warga Muba. Organisasi tersebut, menurutnya, perlu memiliki program yang konkret, berkelanjutan, serta memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“IKA-MUBA dituntut agar concern sebagai organisasi kemasyarakatan yang andal dan teruji untuk peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat,” kata Bagindo Togar.

Menurutnya, IKA-MUBA memiliki potensi besar karena menghimpun masyarakat Muba dengan latar belakang profesi dan pengalaman yang beragam. Potensi tersebut dapat menjadi kekuatan sosial apabila dikelola melalui program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Karena itu, kepengurusan periode 2026–2030 dinilai perlu memperkuat tata kelola organisasi sekaligus menyusun agenda yang tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Bagindo juga menyoroti pentingnya menjaga independensi organisasi. Menurut dia, organisasi kemasyarakatan perlu memiliki ruang yang cukup untuk menyuarakan kepentingan masyarakat tanpa terseret kepentingan kelompok maupun elite politik tertentu.

“IKA-MUBA juga harus mampu mengeliminasi dan menghindari intervensi serta kepentingan politik, baik dari kelompok maupun elite politik, dari dalam maupun di luar masyarakat Muba,” tegasnya.

Bagindo menilai independensi menjadi salah satu modal penting agar IKA-MUBA dapat menjalankan fungsi sosial secara objektif. Dengan demikian, organisasi tersebut dapat menjadi jembatan aspirasi masyarakat Muba di perantauan sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Terlebih, masyarakat asal Muba yang berada di luar daerah, termasuk di Palembang, memiliki potensi sumber daya manusia yang besar. Jejaring tersebut dapat dihimpun untuk mendukung berbagai kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, kemanusiaan, hingga penguatan hubungan antarsesama warga Muba.

“Yang harus dibangun adalah manfaat organisasi bagi masyarakat. Jangan sampai organisasi hanya kuat secara struktur, tetapi lemah dalam memberikan kontribusi nyata,” ujarnya.

Dorongan tersebut sejalan dengan harapan terhadap kepengurusan IKA-MUBA periode 2026–2030 yang baru dikukuhkan. Dalam pengukuhan di Griya Agung Palembang, organisasi tersebut juga didorong untuk menjaga persaudaraan, melestarikan budaya Muba, serta mengambil bagian dalam kegiatan sosial dan pembangunan.

Bagindo menambahkan, keberhasilan sebuah organisasi kemasyarakatan tidak semata-mata dilihat dari jumlah pengurus maupun banyaknya kegiatan yang digelar. Hal yang lebih penting adalah sejauh mana organisasi mampu memberikan manfaat dan membangun kepercayaan masyarakat.

“Kalau IKA-MUBA mampu menjaga independensi, konsisten pada kepentingan sosial dan menghadirkan program yang nyata, maka keberadaannya akan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Muba,” pungkasnya.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT