MUBA, Topik Sumsel — Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah titik penjualan di Kota Sekayu, Jumat (22/5/2026).
Pemeriksaan dilakukan langsung oleh Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas TPHP Muba, H. Muslim, bersama tim dokter hewan di kawasan Simpang PKM Sekayu dan Jalan Teladan yang menjadi lokasi penjualan sapi dan kambing kurban.
Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh hewan kurban yang dijual kepada masyarakat dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat syariat untuk dikurbankan.
Kepala Dinas TPHP Muba Ir. A. Thamrin melalui Kabid Keswan H. Muslim mengatakan, pemeriksaan meliputi kondisi kesehatan fisik hewan, usia hewan, hingga potensi adanya penyakit menular.
“Ya, hari ini kami dari Dinas TPHP melakukan pemeriksaan hewan kurban untuk memastikan layak atau tidaknya dikurbankan. Mulai dari kesehatannya, umur, hingga kondisi fisiknya kami cek semua bersama dokter hewan,” ujar H. Muslim.
Dari hasil pemeriksaan di beberapa lokasi penjualan, baik sapi maupun kambing dinyatakan sehat dan memenuhi syarat untuk hewan kurban.
Ia juga memastikan hewan ternak di Kabupaten Muba aman dari penyakit berbahaya seperti virus Jembrana maupun penyakit menular lainnya.
“Alhamdulillah sampai saat ini aman, tidak ditemukan penyakit berbahaya. Kami juga rutin melakukan vaksinasi hewan ternak sesuai arahan pemerintah provinsi,” katanya.
Selain memastikan kesehatan hewan kurban, Dinas TPHP Muba juga menyiapkan satu ekor sapi bantuan Presiden untuk masyarakat Kabupaten Muba pada Idul Adha tahun ini.
Sapi jenis Simmental dengan bobot hampir satu ton atau sekitar 997 kilogram itu rencananya akan disalurkan ke Desa Sri Mulyo, Kecamatan Babat Toman.
Menurut H. Muslim, sapi bantuan Presiden tersebut didatangkan dari luar daerah karena stok sapi lokal di Muba belum ada yang mencapai bobot minimal 900 kilogram sesuai ketentuan.
“Di Muba sapi terbesar yang kami temukan sekitar 800 kilogram. Jadi untuk sapi bantuan Presiden ini terpaksa kami datangkan dari luar daerah,” jelasnya.
Sementara itu, pemilik usaha penjualan hewan kurban Herman Munir mengungkapkan, penjualan sapi kurban tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Di kandangnya, hingga saat ini baru sekitar 65 ekor sapi yang terjual, sementara stok tersisa masih sekitar 15 ekor.
“Kalau dibanding tahun lalu memang ada penurunan permintaan. Kemungkinan karena daya beli masyarakat menurun dan harga sapi tahun ini juga naik sekitar Rp2 juta per ekor,” ujarnya.
Meski demikian, Herman memastikan stok hewan kurban di kandangnya masih aman dan dalam kondisi sehat. Sebagian besar sapi berasal dari peternak lokal di Kecamatan Plakat Tinggi dan Keluang.
Sedangkan beberapa sapi jenis Simmental dan Limousin didatangkan dari Lampung untuk memenuhi kebutuhan daging masyarakat Sekayu dan sekitarnya.
“Kami pastikan sapi-sapi di kandang sehat semua dan sudah diperiksa Dinas Peternakan. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” tandasnya.