MUBA, Topik Sumsel — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mulai memanaskan mesin partai pasca terpilihnya Yamin SH sebagai ketua yang baru.
Konsolidasi internal langsung digencarkan sebagai langkah awal memperkuat kesiapan organisasi dan kader menghadapi berbagai agenda politik ke depan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Muba, Yamin SH, menegaskan bahwa fokus utama kepengurusan saat ini adalah pembenahan struktur partai dari tingkat bawah. Mulai dari penyempurnaan kepengurusan ranting, pelaksanaan musyawarah anak ranting (musanran), persiapan musyawarah anak cabang (musancab), hingga penguatan badan dan sayap partai.
“Kami ingin memastikan mesin partai bergerak solid, rapi, dan siap bekerja untuk rakyat. Struktur yang kuat menjadi pondasi utama perjuangan,” ujar Yamin di sela perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) PDI Perjuangan di Panti Asuhan El-Nuza, Sabtu (17/1/2026).
Yamin yang akrab disapa Kuyung Yamin, putra asli Desa Karang Waru, Muba, juga memberikan pesan khusus kepada kader PDI Perjuangan yang duduk di DPRD Muba. Ia mengingatkan agar para wakil rakyat tetap konsisten membawa semangat partai wong cilik dan tidak terjebak pada gaya hidup berlebihan.
“Kader banteng jangan hidup hedon. Apa pun latar belakangnya, kader PDI Perjuangan harus tetap merendah dan hadir untuk kepentingan rakyat kecil,” tegasnya.
Selain konsolidasi struktural, DPC PDI Perjuangan Muba juga menyiapkan regenerasi kepemimpinan dengan mendorong keterlibatan generasi muda dalam struktur partai. Targetnya, keterwakilan kader dari kalangan Generasi Z mencapai 30 persen.
“Kader muda sangat memahami dinamika dan persoalan anak muda saat ini. Karena itu, keterlibatan mereka menjadi bagian penting dalam penguatan partai ke depan,” jelasnya.
Di tengah agenda penguatan internal tersebut, DPC PDI Perjuangan Muba juga menggelar rangkaian kegiatan sosial dalam rangka memperingati HUT PDI Perjuangan ke-53. Kegiatan tersebut meliputi pembagian nasi kepada masyarakat di sejumlah titik di Kecamatan Sekayu, kunjungan ke Panti Asuhan El-Nuza, serta pemotongan tumpeng bersama jajaran Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan di 15 kecamatan.
Menurut Yamin, rangkaian kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan wujud konsistensi partai untuk selalu hadir dan menyatu dengan masyarakat.
“Berpolitik harus dilakukan dengan riang gembira dan tetap turun ke bawah. Inilah ciri khas PDI Perjuangan, selalu bersama wong cilik,” tutupnya.