Kota Palembang juga menjadi perhatian, dengan delapan titik rawan kemacetan di antaranya Pasar Cinde, Simpang DPRD, hingga Jalan Soekarno-Hatta.
Untuk mengurai kepadatan, Polda Sumsel turut mengoptimalkan jalur alternatif di seluruh wilayah, termasuk pemanfaatan Tol Fungsional Palembang–Betung (Paltung).
Kapolda menambahkan, pemetaan berbasis data real time menjadi kunci utama dalam pengendalian arus lalu lintas selama periode mudik.
“Dari 15 wilayah yang kami pantau, sembilan wilayah dalam kondisi lancar, sementara enam wilayah sudah teridentifikasi titik rawannya. Ini menjadi dasar kami bergerak cepat di lapangan,” jelasnya.
Selain itu, ratusan personel juga disiagakan di titik-titik rawan, serta koordinasi antar-Polres diperkuat guna memastikan respons cepat terhadap potensi kemacetan maupun kecelakaan.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir karena informasi kondisi lalu lintas disajikan secara real time.
“Masyarakat tidak perlu menebak kondisi jalan. Kami menyediakan informasi terkini sekaligus jalur alternatif yang bisa langsung dimanfaatkan pemudik,” katanya.