Jembatan yang dibangun memiliki bentang sepanjang 7,5 meter dengan lebar 1,5 meter, melintasi sungai dengan lebar sekitar 6 meter. Jembatan tersebut dirancang mampu menahan beban sekitar 1 hingga 2 ton, sehingga dapat digunakan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari, termasuk mengangkut hasil pertanian.
Lokasi jembatan berada pada titik koordinat -2°58’51,309″S 104°7’52,893″E, yang menjadi jalur penghubung penting antara Dusun 2 dan Dusun 3 di Desa Tanjung Agung Barat.
Dalam proses pembangunan, dukungan material utama berasal dari PT PN Area 4 Regional 7 Betung Unit TASA berupa bantuan material besi senilai Rp25 juta, sementara anggota Polri turut berpartisipasi dengan kontribusi sebesar Rp5 juta, sehingga total nilai pembangunan jembatan mencapai sekitar Rp30 juta.
Tim teknis pembangunan sendiri merupakan gabungan antara personel Polri dan tenaga teknis dari PT PN, yang bekerja bersama masyarakat untuk menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut.
Saat ini, jembatan tersebut sudah dapat digunakan oleh masyarakat sebagai sarana penyeberangan dan akses transportasi antar dusun. Kehadiran jembatan ini pun mendapat apresiasi dari warga karena dinilai sangat membantu mobilitas dan aktivitas sehari-hari.