Saat itu dilakukan pemeriksaan awal di lapangan. Belakangan diketahui bahwa orang tersebut adalah anggota TNI dari Batalyon Kavaleri 5, yakni Prajurit Satu (Pratu) Andika Novaldo, yang sedang mengisi bahan bakar.
“Setelah kami periksa, ternyata yang bersangkutan tidak ada keterlibatan sama sekali dengan aksi pembakaran maupun perusakan. Itu murni kesalahpahaman di lapangan,” jelasnya.
Susnadi menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut kepada pihak TNI, khususnya Batalyon Kavaleri 5, serta kepada Pratu Andika Novaldo.
Kami sama-sama mohon maaf atas peristiwa yang terjadi. Setelah diklarifikasi, memang tidak ada keterlibatan anggota tersebut dalam insiden geng motor,” tegasnya
Susnadi menambahkan, koordinasi antara TNI dan Polri di lapangan tetap berjalan baik.
Ia berharap peristiwa ini tidak menimbulkan kesalahpahaman lebih lanjut di tengah masyarakat.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Komandan Batalyon Kavaleri. Ini murni miskomunikasi saat penindakan di lapangan,” pungkasnya.