SEKAYU, Topik Sumsel – Guna mengantisipasi Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan (Karhutbunlah) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), ratusan personel dikerahkan pada Apel Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Penganggulangan Karhutbunlah dan Peringatan Hari Kesiapsiagaan BencanaTahun 2022, di Lapangan Sirkuit Skyland Sekayu, Selasa (26/4/2022) kemarin.
Apel yang dipimpin langsung oleh Plt Bupati Muba Beni Hernedi SIP tersebut melibatkan semua unsur terkait termasuk TNI, Polri, dan OPD dilingkungan Pemerintahan Kabupaten Musi Banyuasin.
“Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Musi Banyuasin Nomor : 186 / KPTS-BPBD / 2022, dan kita juga sudah mempunyai pengalaman dengan kondisi Karhutbunlah bertahun-tahun di Kabupaten Musi Banyuasin, karena menurut kami tidak ada lebih baik dari mencegah dan kesiapsiagaan”, ungkap Beni seusai Apel Kesiapsiagaan Karhutbunlah Tahun 2022.
Lanjut Beni, adapun beberapa hal yang ditekankan harus menjadi perhatian bersama terkait Karhutbunlah yakni, pertama sinkronisasi satuan tugas provinsi dengan kabupaten, membagi habis tugas pengendalian kebakaran hutan kebun dan lahan dengan melibatkan semua stakeholder terkait yang ada baik di Provinsi di Kabupaten maupun Kecamatan.
Kemudian memberikan sanksi yang tegas kepada pelaku yang membuka lahan dengan cara membakar atau pembakaran pasca panen yang biasa dilakukan oleh para petani. Optimalisasi peralatan alat produksi pertanian yang ada pada kelompok tani untuk membantu pemadaman kebakaran. Memperkuat sarana dan prasarana pemadaman serta personil terlatih pada regu pemadam kebakaran perusahaan perkebunan maupun Hutan Tanaman Industri.
“Tentu kita juga mengingatkan kepada perusahaan mendapat sanksi apabila membuka lahan dengan cara membakar, dan juga kepada perusahaan kita minta agar tidak hanya mengamankan di dalam wilayahnya tetapi juga ring-ring dalam radiusnya merupakan tanggung jawab dari perusahaan tersebut”, pungkas Beni.
Sementara, Kepala BPBD Muba Pathi Riduan SE ATD MM mengatakan, untuk di Kabupaten Muba berdasarkan prediksi terakhir terhadap kondisi cuaca oleh Stasiun Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Sultan Mahmud Badarudin II Palembang, di perkirakan awal musim kemarau tahun 2022 di Sumatera Selatan akan dimulai pada pertengahan Mei dan mayoritas puncak Musim Kemarau akan terjadi pada bulan Juli hingga Agustus.
“Tahun ini, tentunya kita berharap kemarau tidak berlangsung lama dan Karhutbunla tidak terjadi. Kita juga imbau seluruh pihak untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan melakukan berbagai tindakan yang merugikan lainnya”, tukasnya.(win)