“Saya sudah berusaha untuk menyelamat ibu. Tetapi ibu pingsan,” timpal Wantari.
Api yang semakin membesar, membuat Wantari melarikan diri dari belakang dan berhasil menerobos kobaran api dan pagar belakang.
Kemudian diselematkan oleh warga yakni Dili yang langsung menelpon pihak Dinas Damkar Palembang.
“Melihat ibu pingsan saya mencoba menyelamatkan diri dari pintu belakang. Saat itu saya juga sudah menyerah. Namun ada warga yang menyelamatkan saya,” kata Wantari.
Tidak lama berselang kurang lebih 1 jam dengan 4 unit mobil Dinas Damkar Palembang mendatangi lokasi kejadian, dan apo berhasil dipadamkan.
Sedangkan, untuk korban Senayah terbakar dan meninggal dunia lalu di evakuasi mobil ambulan PMI ke RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang untuk diidentifikasi.
Sementara itu, Kapolsek Sukarami Kompol Alex Andriyan membenarkan peristiwa kebakaran tersebut, dalam insiden kebakaran tersebut satu korban bernama Senayah meninggal dunia sedangkan anaknya Wantari mengalami luka bakar.
“Untuk sementara, api diduga berasal dari ruang ibadah yang mana bersumber dari obat bakar nyamuk dan api cepat membesar,”ungkapnya.