Lalu, mereka langsung ke desa memberitahukan perihal temuan tersebut ke perangkat desa dan bersama petugas kepolisian langsung menuju ke lokasi kejadian sekitar pukul 13.00. Kemudian petugas Bhabinkamtibmas, SPKT, Inafis Polres Muara Enim melakukan olah TKP.
Sekitar pukul 17.00, mayat korban dibawa ke kamar jenazah RSUD dr HM Rabain Muara Enim untuk dilakukan visum. Berdasarkan hasil visum korban mengalami luka dibagian kepala pelipis kiri, tengkuk, pergelangan tangan kiri dan kanan serta dada sebelah tangan.
Dikatakan anak sulung korban, Amin Mulya (15) bahwa sebelum kejadian ia bersama korban dengan mengendarai sepeda motor mengambil Raport di sekolahnya sekitar pukul 08.00. Setelah itu, sekitar pukul 10.00, korban pergi ke kebun karet yang berjarak sekitar 2 km dari warung. Tidak lama kemudian, ibunya yang sedang mandi mendengar suara teriakan keras dari arah kebun, dan sempat memberitahunya. Namun ia mengira adalah suara burung.
“Saya tidak ada firasat apa-apa. Namun ketika memboncengnya, terasa enteng seperti tidak membonceng orang,” terangnya.