Dalam paparannya, Tony menekankan bahwa perkembangan teknologi, media sosial, dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) telah mengubah pola interaksi masyarakat dengan institusi kepolisian.
Menurutnya, masyarakat saat ini tidak hanya menilai Polri dari keberhasilan dalam mengungkap suatu perkara, tetapi juga dari cara personel memberikan pelayanan, berkomunikasi, serta menunjukkan sikap dalam menjalankan tugas sehari-hari.
“Transformasi sejati bukan sekadar soal teknologi baru, melainkan cara berpikir dan cara melayani yang baru. Setiap anggota Polri adalah representasi institusi di mata masyarakat,” ujar Tony dalam paparannya.
Tantangan Polri di Era Digital
Dalam sosialisasi tersebut, sejumlah tantangan yang dihadapi Polri di era digital turut dibahas. Di antaranya perubahan karakter masyarakat yang semakin kritis, pergeseran pola kejahatan dari konvensional menuju kejahatan digital dan lintas wilayah, serta maraknya hoaks, disinformasi hingga manipulasi informasi berbasis AI.