Tony juga menjelaskan pentingnya profesionalisme personel yang dibangun melalui tiga aspek utama, yakni Knowledge (pengetahuan), Skill (keterampilan), dan Attitude (sikap).
Selain itu, integritas dinilai menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Sementara dalam aspek pelayanan publik, diperkenalkan prinsip pelayanan presisi melalui lima nilai, yaitu Cepat, Mudah, Transparan, Humanis, dan Akuntabel (CMTHA).
Pemanfaatan AI juga menjadi bagian dari pembahasan. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk membantu tugas kepolisian, antara lain dalam analisis data dan penyusunan laporan.
Namun, penggunaan AI tetap harus ditempatkan sebagai alat bantu dan bukan sebagai pengganti keputusan manusia. Setiap keputusan dalam pelaksanaan tugas tetap membutuhkan pertimbangan, tanggung jawab, serta integritas personel.
Dorong Setiap Fungsi Punya Quick Win
Selain membahas teknologi dan pelayanan, kegiatan tersebut juga menekankan pentingnya kepemimpinan serta perubahan budaya organisasi.
Para personel didorong menerapkan siklus Think–Act–Learn–Improve–Share dalam pelaksanaan tugas, sehingga setiap pekerjaan dapat dievaluasi dan dikembangkan secara berkelanjutan.