Ia menjelaskan, insiden berdarah itu bermula dari cekcok mulut antara korban dan pelaku di lokasi hiburan malam yang kemudian berkembang menjadi perkelahian.
Situasi yang memanas diduga membuat pelaku mengeluarkan senjata api dan melepaskan tembakan ke arah korban hingga menyebabkan Pratu Ferischal mengalami luka tembak serius di bagian tubuhnya.
“Motif sementara karena cekcok dan perkelahian yang berujung penembakan. Namun detail penyebab dan kronologi lengkap masih didalami penyidik Denpom II/Sriwijaya,” katanya.
Dari hasil penyelidikan awal, aparat juga menemukan fakta bahwa senjata api yang digunakan pelaku diduga merupakan senjata api rakitan.
Meski demikian, penyidik masih mendalami jenis senjata serta asal-usul kepemilikan senjata api tersebut.
“Senjata yang digunakan diduga senjata api rakitan. Saat ini masih didalami jenisnya maupun dari mana diperoleh,” ungkapnya.
Sementara itu, jenazah Pratu Ferischal telah dimakamkan pada Sabtu sore sekitar pukul 17.35 WIB dengan prosesi militer yang dihadiri keluarga dan rekan satuannya.