930 x 180 AD PLACEMENT

Sidak Apotik di Sekayu, Omzet Turun Dampak Pasca Larangan Jual Obat Syrup

Pj Bupati Muba H Apriyadi sidak Apotek di Kecamatan Sekayu, Muba. (Foto : ist)
750 x 100 AD PLACEMENT

Sementara itu, Petugas Jaga Apotik Telaten Prima Sekayu, Monica mengaku pasca pelarangan obat syrup yang dapat berdampak pada gangguan ginjal akut atipikal pada anak tersebut omzet penjualan obat di apotik miliknya turun mencapai 30-40 persen.

“Warga tidak mau ambil resiko mengkonsumsi obat syrup, meskipun hanya beberapa saja obat syrup yang mengandung gangguan ginjal akut atipikal,” ungkapnya.

Ia mengaku, jenis obat-obatan syrup yang dilarang tersebut sudah diamankan semua dan tidak lagi diperjual belikan. “Setelah mendapatkan surat edaran Bupati kami langsung menyisihkan obat-obatan yang dilarang dan sudah diamankan pihak terkait dan tidak lagi diperjual belikan,” tuturnya.

Senada diungkapkan Pemilik Apotik Daniya Sekayu, Ayu. Ia mengaku, omzet penjualan obat syrup turun drastis. “Meski demikian kami sangat taat dan mentaati larangan Kemenkes dan Pak Bupati Muba untuk tertib dan taat tidak menjual obat syrup yang dilarang,” bebernya.

Kepala Dinas Kesehatan Muba, dr Azmi Dariusmansyah MARS menyebutkan untuk di Kabupaten Muba hingga saat ini tidak ada temuan kasus pasien anak yang terkena ginjal akut terdampak obat syrup.

Pages: 1 2 3
750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT