Kantor SAR Palembang menerima laporan kejadian pada pukul 21.50 WIB dan langsung mengerahkan tim untuk melakukan operasi pencarian.
Dalam operasi tersebut, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI/Polri, BPBD, relawan, dan masyarakat setempat dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).
Kedua tim melakukan pencarian dengan metode penyisiran permukaan menggunakan perahu karet (LCR) dengan jangkauan hingga radius 5 kilometer persegi ke arah utara dari lokasi kejadian.
Penyisiran juga dilakukan di sepanjang sisi kanan dan kiri sungai, serta dengan menyebarkan informasi kepada masyarakat di kawasan pesisir.
Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, mengatakan hingga kini korban masih dalam pencarian.
“Tim SAR Gabungan terus berupaya maksimal melakukan pencarian. Kami berharap korban dapat segera ditemukan,” ujarnya, Minggu (22/3/2026).
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di perairan, terutama di jalur yang memiliki potensi bahaya.
“Kami mengingatkan agar selalu berhati-hati, memperhatikan kondisi jalur, dan menggunakan alat keselamatan seperti jaket pelampung untuk meminimalisir risiko kecelakaan,” tambahnya.