Praktik liar ini diduga kuat berjalan langgeng berkat adanya sistem pengawalan ketat oleh oknum salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) besar yang berbasis di Desa Tampang Baru.
Salah seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan, menyebutkan bahwa ormas tersebut tidak bekerja gratis. Mereka diduga menikmati aliran dana haram berupa fee fantastis hingga mencapai 45 persen demi menjamin kelancaran jalannya bisnis ilegal tersebut dari sergapan aparat maupun gangguan luar.
”Mobil-mobil minyak itu bebas lewat karena ada yang jaga. Itu dari oknum ormas besar di sini. Kabarnya ada komitmen fee sampai 45 persen untuk mereka,” ujar sumber tersebut dengan nada was-was.
Ketika dikonfirmasi melalui Whatsapp, Ketua Harian DPC PMPB Muba Yuriga Garin ketika dikofirmasi mengatakan bahwa dirinya paham cara bekerja media, hal ini dikarenakan dirinya juga berasal dari media.
“Aku asli orang Sekayu, tapi lama tinggal di palembang, rumah aku di KM 7 didepan salah satu media besar di Palembang. Posisi sekarang aku lagi di Bayung Lencir, kami akan konfirmasi dulu dan kapan kita bisa ketemu terlebih dulu,”ungkapnya, Jum’at (26/6/2026).