MUBA, Topik Sumsel — Praktik penambangan minyak ilegal (illegal drilling) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan (Sumsel) kian tak tersentuh hukum.
Sebuah wilayah baru penambangan ilegal berskala besar dilaporkan tengah beroperasi bebas di kawasan eks perkebunan sawit PT BSS lahan yang disebut-sebut telah diambil alih oleh Agrinas di Kecamatan Bayung Lencir.
Berada di lokasi yang strategis membuat aktivitas kejahatan lingkungan ini terlihat kasat mata. Dari pantauan dan informasi, ratusan kendaraan pick-up yang mengangkut Baby Tank atau tangki IBC (Intermediate Bulk Container) tampak lalu lalang tanpa hambatan di Simpang D1, Desa Tampang Baru, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Muba.
Kendaraan-kendaraan tersebut melintas dalam kondisi bodi mobil yang berlumuran minyak mentah hitam pekat, membawa hasil jarahan dari perut bumi menuju tempat penampungan atau penyulingan ilegal.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, mengungkap fakta mencengangkan terkait mulusnya operasional armada pengangkut minyak ilegal ini.
Praktik liar ini diduga kuat berjalan langgeng berkat adanya sistem pengawalan ketat oleh oknum salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) besar yang berbasis di Desa Tampang Baru.
Salah seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan, menyebutkan bahwa ormas tersebut tidak bekerja gratis. Mereka diduga menikmati aliran dana haram berupa fee fantastis hingga mencapai 45 persen demi menjamin kelancaran jalannya bisnis ilegal tersebut dari sergapan aparat maupun gangguan luar.
”Mobil-mobil minyak itu bebas lewat karena ada yang jaga. Itu dari oknum ormas besar di sini. Kabarnya ada komitmen fee sampai 45 persen untuk mereka,” ujar sumber tersebut dengan nada was-was.
Ketika dikonfirmasi melalui Whatsapp, Ketua Harian DPC PMPB Muba Yuriga Garin ketika dikofirmasi mengatakan bahwa dirinya paham cara bekerja media, hal ini dikarenakan dirinya juga berasal dari media.
“Aku asli orang Sekayu, tapi lama tinggal di palembang, rumah aku di KM 7 didepan salah satu media besar di Palembang. Posisi sekarang aku lagi di Bayung Lencir, kami akan konfirmasi dulu dan kapan kita bisa ketemu terlebih dulu,”ungkapnya, Jum’at (26/6/2026).
Ketika disinggung soal fee sebesar 45 persen untuk pengamanan Yuriga Garin atau biasa disapa Kuyung Garin tidak memberikan jawab terkait pertanyaan tersebut.
“Kita jangan lewat WA seperti ini bertemu nian, kira-kira dimana biar kami jelaskan yang sebenarnya, terima kasih,”ujarnya.