Dia menilai gerakan ini menjadi solusi keperihatinan terhadap masyarakat yang sudah terpolah untuk menjadi konsumen dalam memenuhi kebutuhan pangan didalam kehidupan sehari-hari.
“Gerakan SMP ini akan merubah mainset kita dari konsumen menjadi produsen,” katanya.
Menurutnya program gerakan SMP adalah loncatan yang luar biasa memandirikan masyarakat untuk memenuhi sebagai kebutuhan pangannya.
“Melalui gerakan Sumsel Mandiri Pangan agar kita konsumsi pangan di perkarangan di rumah masing-masing dan gerakan ini harus diikuti oleh seluruh masyarakat. Bahkan dari gerakan Sumsel Mandiri Pangan ini dapat berdampak pada penurunan kemiskinan,” ujarnya.
Eko menyebutkan gerakan Sumsel Mandiri Pangan di tahun 2021 ini ada sebanyak 240 desa yaitu satu desa perkecematan karena gerakan ini baru akhir tahun ini dilaksanakan. Tapi tentunya semakin tahun semakin meningkat secara berkelanjutan. “Pada tahun 2022 target kita 50 persen jumlah desa di kecematan di tahun 2023 target kita 70 persen 2024 sebesar 90 persen dan 2025 diharapkan 100 sudah mencapai persen,” ucapnya.