“Saya tidak tahu motifnya apa. Selama ini saya merasa tidak punya masalah dengan orang lain,” katanya.
Ia menambahkan, kondisi rumahnya yang sebagian dikontrakkan membuat dirinya belum dapat memastikan apakah teror tersebut menyasar dirinya atau penghuni kontrakan.
Dari rekaman CCTV, pada aksi pertama pelaku melemparkan bom molotov ke halaman rumah. Sementara pada kejadian kedua, pelaku melempar hingga dua hingga tiga kali.
Akibat kejadian tersebut, rumah korban mengalami kerusakan pada bagian bangunan akibat terbakar. Bahkan pada insiden kedua, api sempat menyambar bemper mobil milik saudaranya yang terparkir di teras.
“Kalau yang pertama tidak mengenai apa-apa karena tidak ada kendaraan. Tapi yang kedua, api sempat mengenai bemper mobil kakak saya yang datang dari Jambi. Beruntung rumah sedang ramai sehingga api cepat dipadamkan,” jelasnya.
Pasca kejadian, korban langsung melaporkan insiden tersebut melalui layanan darurat 110. Aparat kepolisian juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).