“Berbagai inovasi kita lakukan untuk memberikan layanan terbaik pada masyarakat yang bermukim di daerah terluar perbatasan dengan kabupaten tetangga. Seperti halnya kecamatan Semendawai Timur yang bebatasan dengan Cempaka dan OKI. Mereka ingin membuat KTP. Dari situlah kita buat inovasi palayanan jemput bola dalam hal pembuatan akte kelahiran dan KTP,” paparanya.
Dia menyebutkan pada saat menjadi Bupati OKU Timur periode pertama, APBD daerah itu tidak lebih dari Rp 240 Miliyar. Akan tetapi anggaran yang sedikit tidak menjadi masalah selama terjalin kekompakan di internal pemerintahan maupun dengan lembaga legislatif dan unsur muspida lainnya.
” Kok kita bisa menjadi maju, jawaban cuma satu yakni kompak. Kemudian kita tidak lari dari orientasi. Artinya kita tidak disorientasi tapi kita tau potensi, dan kita lihat adalah perkebunan yang bisa kita kembangkan secara maksimal dengan cita-cita menjadi sebagi lumbung pangan,” ucapnya.
Menurut Herman Deru di usia 18 tahun merupakan usia belia bagi sebagai daerah otonomi. Karena itu dia mengajak semua pihak untuk tidak membandingkan dengan daerah lainnya terutama yang ada di pulau jawa yang sudah ada sejak dari dulu pada masa kerajaan.