930 x 180 AD PLACEMENT

Tongkang Hantam Permukiman di Gandus, Dua Rumah dan Getek Warga Hancur

Kondisi rumah warga dan perahu getek yang hancur usai ditabrak tongkang batubara Andalas Semesta 02 di bantaran Sungai Musi, Kecamatan Gandus, Palembang, Jumat (24/4/2026).
750 x 100 AD PLACEMENT

PALEMBANG, Topik Sumsel Insiden tongkang batubara kembali terjadi di Sungai Musi. Kali ini, tongkang bernama Andalas Semesta 02 menabrak permukiman warga di bantaran Sungai Musi, tepatnya di Jalan Sosial Lorong Harapan, Kecamatan Gandus, Palembang, Jumat (24/4/2026) sore.

Akibat kejadian tersebut, dua unit rumah warga dilaporkan hancur, serta dua perahu getek yang digunakan untuk mencari nafkah rusak berat. Selain itu, jalan setapak di sekitar lokasi turut mengalami kerusakan. Total kerugian ditaksir mencapai Rp300 juta.

Dugaan sementara, tongkang mengalami larat atau hanyut akibat cuaca buruk. Saat kejadian, hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah tersebut, sehingga tongkang yang semula bersandar tiba-tiba bergerak dan menghantam permukiman warga.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini.

Salah satu korban, Hendra (39), mengatakan saat kejadian dirinya berada di dalam rumah dan langsung menyelamatkan diri ketika melihat tongkang mendekat.

“Saat itu hujan deras dan angin sangat kencang. Tongkang yang bersandar tiba-tiba bergerak terbawa arus dan angin, lalu menabrak getek dan menghancurkan rumah kami,” ujar Hendra, Sabtu (25/4/2026).

Ia mengaku mengalami kerugian besar, karena selain rumahnya rusak, perahu getek yang menjadi sumber penghasilan juga tidak dapat digunakan lagi.

“Kerugian sekitar Rp300 juta. Rumah hancur dan getek saya rusak total, padahal itu untuk mencari nafkah,” ungkapnya.

Warga sekitar sempat panik dan berhamburan keluar rumah untuk menghindari kemungkinan terburuk. Meski tidak ada korban jiwa, peristiwa ini meninggalkan trauma, terutama saat cuaca ekstrem melanda kawasan bantaran Sungai Musi.

Pasca kejadian, personel Satpolairud Polrestabes Palembang telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Direktur Polairud Polda Sumsel Kombes Pol Heru Agung Nugroho melalui Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menyatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan ada tidaknya unsur kelalaian dalam insiden tersebut.

“Kami masih mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi, termasuk warga dan awak kapal, untuk menentukan langkah hukum selanjutnya,” ujarnya.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT