Tragis, Dua Bocah Tercebur Kolam IPAL Eks Pasar Ikan Palembang, Satu Meninggal Dunia

Kolam IPAL di kawasan eks Pasar Ikan Modern, Jalan MP Mangkunegara, Palembang, tempat dua bocah tercebur hingga menyebabkan satu korban meninggal dunia, Kamis (20/8/2026). Kondisi pagar di sekitar kolam yang sebelumnya tidak terawat akan diperkuat untuk mencegah kejadian serupa terulang.
750 x 100 AD PLACEMENT

PALEMBANG, Topik Sumsel Peristiwa tragis terjadi di kawasan Kampung Tuna Netra, Jalan Seduduk Putih, Palembang. Dua bocah tercebur ke kolam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di eks Pasar Ikan Modern, Jalan MP Mangkunegara, Kelurahan 8 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Kamis (20/8/2026).

Akibat kejadian tersebut, seorang bocah berusia tiga tahun berinisial QFA meninggal dunia. Sementara seorang bocah lainnya berinisial F berhasil diselamatkan dan masih menjalani perawatan.

Kedua bocah tersebut diketahui merupakan anak dari penyandang tunanetra yang tinggal di kawasan Kampung Tuna Netra tidak jauh dari lokasi kolam IPAL.

Ayah korban, Iwan Susanto (47), mengatakan saat kejadian anaknya sedang bermain bersama sepupunya, F, tidak jauh dari tempatnya bekerja di sebuah panti pijat tradisional penyandang tunanetra.

Sebelum kejadian, QFA sempat meminta uang kepada ayahnya untuk membeli jajanan.

“Dia minta uang untuk jajan. Sebelum dikasih, saya suruh nyanyi ‘Balonku’. Setelah itu saya kasih uang. Tidak lama berselang, sekitar 15 menit, saya dikabari anak saya tenggelam,” kata Iwan saat ditemui di kediamannya di Jalan Seduduk Putih, Kamis (20/8/2026).

Iwan kemudian mengetahui kejadian tersebut setelah mendengar teriakan F. Ia bersama warga langsung menuju lokasi kolam.

Saat tiba di lokasi, F terlihat hampir tenggelam dan kemudian berhasil diselamatkan. Namun, QFA tidak terlihat karena tubuhnya telah berada di dasar kolam.

“Waktu itu tubuh F hampir tenggelam dan berhasil diselamatkan lalu dibawa ke rumah sakit. Kalau anak saya tidak terlihat karena tubuhnya sudah tenggelam di dasar kolam,” ungkap Iwan.

Menurut keterangan warga yang melakukan pertolongan, tubuh QFA ditemukan berada di dasar kolam dan hanya bagian rambutnya yang terlihat.

“Dari cerita yang menyelamatkan, tubuh anak saya tenggelam dan sudah berada di dasar kolam, hanya terlihat rambutnya saja,” tuturnya.

QFA kemudian berhasil dievakuasi dan dibawa ke klinik 24 jam terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan dan korban dinyatakan meninggal dunia.

Sementara itu, warga maupun keluarga korban hingga kini belum mengetahui secara pasti bagaimana kedua bocah tersebut bisa masuk ke dalam area kolam IPAL.

Berdasarkan keterangan F yang berhasil selamat, dirinya tercebur terlebih dahulu ke dalam kolam. Belum diketahui bagaimana kemudian QFA ikut tercebur.

“Kalau cerita dari F, dirinya yang tercebur dulu ke dalam kolam. Tidak tahu bagaimana anak saya juga ikut,” jelas Iwan.

Iwan mengatakan, sebelumnya area kolam IPAL tersebut memang memiliki pagar. Namun, kondisi pagar yang tidak terawat membuat akses menuju kolam menjadi mudah dimasuki, termasuk oleh anak-anak.

Pasca kejadian, pihak Dinas Perikanan bersama instansi terkait disebut telah mendatangi kediaman keluarga korban. Sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi, pagar di sekitar kolam akan diperkuat menggunakan seng.

“Dinas Perikanan hari ini katanya mau pasang pagar seng di dekat kolam IPAL,” tandas Iwan.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian warga sekitar, mengingat lokasi kolam berada tidak jauh dari permukiman dan aktivitas masyarakat. Pengamanan area kolam diharapkan segera diperkuat untuk mencegah anak-anak mendekati lokasi yang memiliki risiko keselamatan.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT