Kemudian Lucianty-Syaparuddin alasan dipilih karena Sudah ada bukti hasil nyata kerjanya (90,5 %), Berpengalaman di pemerintahan ( 88,0 %), Mampu membawa perubahan yang lebih baik ( 50,8 %). Selain itu, alasan pemilih menjatuhkan pilihannya pada Lucianty-Syaparuddin disebabkan Orangnya pintar/berpendiidkan ( 61,1 %) dan Ramah atau mudah ditemui ( 87,5 %) serta mampu memecahkan masalah /persoalan di Muba (52,2 %).
Lebih lanjut mantan peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang sudah dua puluh tujuh tahun menekuni survei perilaku pemilih di Indonesia ini menjelaskan keunggulan pada faktor kedikenalan (popularitas) dan kedisukaan ( akseptabilitas) berpengaruh besar pada kekuatan elektabilitas.
Lucianty-Syaparuddin dari tingkat kedikenalan dan kedisukaan unggul dari Toha Tohet-Rohman.
Tingkat kedikenalan Lucianty-Syaparuddin (95 %) dan kedisukaan ( 88 %). Sedangkan tingkat kedikenalan Toha Tohet-Rohman ( 89 %) dan kedisukaan ( 84 %). Dua faktor yakni kedikenalan dan kedisukaan merupakan faktor utama yang harus kuat dimiliki paslon bupati dan wakil bupati Muba apabila akan unggul dalam elektabilitas ( dukungan ).