“Menu yang kita salurkan saat itu ayam geprek. Prosedur pengolahan sesuai SOP dan disalurkan ke sejumlah sekolah. Siswa yang mengalami keluhan tersebut diduga karena kondisi fisiknya, bukan dari makanan yang dikonsumsi. Saat ini sejumlah siswa sudah sehat dan kembali beraktivitas seperti biasa,” ungkap Ferdi.
Ferdi juga menyebutkan bahwa makanan dengan menu yang sama disalurkan ke sejumlah sekolah lainnya dan tidak dilaporkan mengalami kendala serupa.
Adanya kejadian tersebut menjadi perhatian terhadap pentingnya pengawasan keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG, mulai dari proses pengolahan, penyimpanan, distribusi hingga makanan diterima dan dikonsumsi siswa.
Pihak terkait diharapkan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk memastikan penyebab keluhan yang dialami para siswa sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.