PAGARALAM, Topik Sumsel — Sebuah video yang berisi pengakuan seorang pendaki asal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menjadi perbincangan di media sosial. Dalam video tersebut, pendaki mengaku berpapasan dengan seorang pria yang diduga membawa senapan angin saat berada di jalur pendakian Gunung Dempo, Kota Pagar Alam.
Informasi tersebut disampaikan oleh seorang pendaki bernama Gilang, yang mengaku bertemu dengan pria tersebut ketika dirinya sedang turun dari Gunung Dempo.
Menurut pengakuan Gilang, pertemuan terjadi di Pos II jalur pendakian. Saat itu, pria yang ditemuinya disebut sempat memperlihatkan benda yang diduga senapan angin dan mengajaknya berbincang.
“Saat bertemu di Pos II, orang tersebut menunjukkan senapan angin dan bertanya kami berasal dari mana. Dia juga mengatakan sedang mencari pendaki asal Palembang yang menurutnya menjadi penyebab kabut di kawasan Gunung Dempo,” ujar Gilang dalam video yang beredar.
Gilang juga mengaku pria tersebut mengklaim dirinya sebagai juru kunci Gunung Dempo.
Selain itu, menurut pengakuannya, ia sempat bertemu dengan seorang pendaki perempuan yang juga mengaku berpapasan dengan pria yang sama. Dalam percakapan tersebut, pria itu disebut melontarkan sejumlah pernyataan yang membuat para pendaki merasa takut.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun instansi terkait yang membenarkan identitas maupun kebenaran seluruh pernyataan yang disampaikan dalam video tersebut.
Menanggapi beredarnya informasi itu, Ketua Balai Registrasi Gunung Dempo (BRIGADE), Dian Saputra, mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan atau mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak terpancing dengan informasi yang beredar terkait dugaan adanya pendaki yang menakut-nakuti pendaki lain di jalur Gunung Dempo. Kami masih menunggu informasi yang valid dan klarifikasi dari pihak yang bersangkutan maupun pihak berwenang,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pendaki untuk tetap mematuhi aturan pendakian, menjaga keselamatan, serta segera melapor kepada petugas registrasi atau aparat keamanan apabila menemukan aktivitas yang dianggap mencurigakan selama berada di kawasan Gunung Dempo.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum mengenai dugaan tersebut, dan informasi yang beredar masih dalam tahap penelusuran.