“Terkadang orang pikir dia menumbuhkan, namun ternyata justru dia yang menghancurkan,” ungkapnya.
Menurutnya, mengubah bentuk dan karakteristik Senjang lalu menyebutnya Senjang Musi Banyuasin Versi Dj Tiktok adalah sebentuk kekeliruan serius yang mencerminkan pembuatnya tidak mengerti apa yang dinamakan budaya khas atau kearifan lokal (Local Wisdom) sebuah daerah.
“Kalau kesan pertama yang ditangkap adalah musik Dj yang lagi trend di tik tok sekarang, bukankah yang akan tertanam di impresi orang awam adalah begini ya senjang Muba itu?,” ujar Doni.
Terlebih lagi, lanjut Doni, dirinya geram lantaran saat penyanyi dari video tersebut yakni Deka Candra Asena dikonfirmasi mengatakan memperkenalkan budaya kita ke Luar agar mereka penasaran terlebih dahulu baru nanti terangkat yang originalnya. Tentu al tersebut keliru baginya.
“Ini adalah kekeliruan yang fatal, Bagaimana bisa membuat orang penasaran sementara yang dikenalkan bukan versi aslinya? Bukan keunikannya? Bukankah dalam ilmu psikologi ada istilah kesan pertama menentukan penilaian orang selanjutnya?,” lanjut Doni yang namanya juga tercatat sebagai salah satu Sastrawan Sumatera Selatan.