“Kita berada di lembaga pendidikan yang berakar kuat. Tantangan zaman boleh berubah, tapi komitmen kita tetap yakni mencerdaskan anak bangsa,” tegasnya.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi itu diisi dengan dialog interaktif, penyampaian program pembinaan, hingga sesi berbagi pengalaman antar guru.
Hasanuddin menegaskan, pembinaan tidak hanya berbentuk pengarahan, melainkan juga pendampingan. Guru, lanjutnya, adalah ujung tombak pendidikan, sehingga kesejahteraan, motivasi, dan kapasitas mereka harus menjadi prioritas.
“Kami akan terus berupaya agar guru-guru di lingkungan PGRI Palembang mendapat ruang berkembang. Pembinaan ini bagian dari ikhtiar kita agar mutu pendidikan semakin baik,” katanya.
Kepala SMK PGRI 1 Palembang, Nurhidayatika, menyebut kegiatan ini memberi energi baru bagi para tenaga pendidik. “Bagi kami, PGRI adalah rumah besar. Di sini, guru-guru bisa saling mendukung, saling belajar, dan saling menguatkan. Silaturahmi semacam ini membuat kami merasa tidak berjalan sendiri dalam mengemban amanah mendidik,” kata Nurhidayatika.