MUBA, Topik Sumsel — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan perbatasan Kelurahan Ngulak dan Desa Ngulak II, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar lima hektare, mencakup kawasan hutan dan kebun kelapa sawit.
Tim gabungan yang terdiri dari personel BKO Brimob, Satgas Karhutla Kecamatan Sanga Desa, serta petugas BPBD melakukan pengecekan titik panas sekaligus upaya pemadaman di lokasi tersebut. Saat petugas tiba, api masih menyala dan asap masih terlihat.
Kapolsek Sanga Desa IPTU Harun Suardi, S.E., M.Pd., C.MSP., menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pengecekan lapangan, titik kebakaran berada di antara Kelurahan Ngulak dan Desa Ngulak II.
Lokasi tersebut sebelumnya terdeteksi melalui titik koordinat satelit NASA-NOAA20 yang menunjukkan wilayah Kecamatan Babat Toman. Namun, setelah dilakukan pengecekan langsung, titik kebakaran diketahui berada di kawasan Kecamatan Sanga Desa.
“Setelah dilakukan pengecekan, titik panas tersebut berada di perbatasan Kelurahan Ngulak dan Desa Ngulak II, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin,” ungkap Harun.
Dua koordinat yang menjadi acuan pengecekan berada pada -2.762755, 103.445791 dan -2.756886, 103.453750. Dari hasil pemeriksaan di lapangan, kebakaran ditemukan melanda kawasan hutan dan kebun kelapa sawit dengan luas terdampak sementara diperkirakan sekitar lima hektare.
Dalam upaya memadamkan api, tim gabungan mengerahkan mesin pompa milik BKO Brimob dan BPBD serta menggunakan 19 gulung selang.
Namun, proses pemadaman menghadapi kendala karena sumber air berada cukup jauh dari titik api. Petugas harus mengalirkan air dari parit ke dalam drum terlebih dahulu, kemudian menyemprotkannya ke lokasi kebakaran menggunakan mesin pompa.
Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan upaya tambahan. Berdasarkan laporan petugas, hingga pengecekan dilakukan, api masih menyala dan asap masih mengepul di lokasi.
Penyebab kebakaran serta identitas pemilik lahan yang terbakar hingga kini belum diketahui. Petugas masih melakukan penanganan di lapangan dan melaporkan perkembangan situasi kepada pimpinan.
Selain melakukan pengecekan dan pemadaman, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat di sekitar lokasi agar tidak membakar kebun maupun lahan.
Warga diminta segera melaporkan kepada aparat penegak hukum apabila mengetahui adanya dugaan pembakaran yang disengaja, sehingga dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
Penanganan karhutla ini menjadi perhatian karena api masih aktif ketika petugas melakukan pengecekan. Upaya pemadaman terus diperlukan untuk mencegah kebakaran meluas ke area lain, terutama di kawasan hutan dan perkebunan.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan segera menyampaikan informasi apabila menemukan titik api agar petugas dapat melakukan penanganan secepat mungkin.