Aksi Nyata Rimbawan, IKA SKMA Sumsel Lepas Ratusan Burung dan Benih Ikan di Punti Kayu

Pelepasan ratusan burung dan benih ikan oleh IKA SKMA Sumsel di kawasan Taman Wisata Alam Punti Kayu, Palembang, sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian lingkungan dan keseimbangan ekosistem.
750 x 100 AD PLACEMENT

PALEMBANG, Topik Sumsel Ikatan Alumni Sekolah Kehutanan Menengah Atas (IKA SKMA) Provinsi Sumatera Selatan menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan melepas ratusan burung dan benih ikan di kawasan Taman Wisata Alam Punti Kayu, Sabtu (18/4/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di sela-sela acara Halal Bihalal sekaligus pengukuhan pengurus daerah IKA SKMA Sumsel. Pelepasliaran satwa dan benih ikan ini menjadi simbol kepedulian para alumni kehutanan dalam menjaga keseimbangan ekosistem, khususnya di wilayah Sumatera Selatan.

Ketua Pengda IKA SKMA Sumsel, Andi Nopriansyah, S.Hut menegaskan bahwa pelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama. Ia mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga lingkungan demi keberlangsungan hidup di masa depan.

“Alam perlu kita jaga bersama. Hari ini kami bersama para alumni dan didukung pemerintah melepas burung dan benih ikan sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan Halal Bihalal dan pengukuhan pengurus diharapkan mampu mempererat solidaritas antaranggota serta memperkuat peran organisasi dalam bidang kehutanan.

IKA SKMA Sumsel juga berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait dalam menjaga kelestarian hutan. Berbagai program seperti penanaman pohon, kampanye lingkungan, hingga pelepasliaran satwa akan terus digalakkan.

Menghadapi musim kemarau, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, mengapresiasi langkah IKA SKMA Sumsel. Ia berharap para alumni kehutanan dapat terus berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam di tengah tantangan pembangunan.

“Dengan kondisi alam Sumsel yang kaya keanekaragaman hayati, peran para rimbawan sangat penting dalam menjaga kelestariannya,” kata Herman Deru.

Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan lingkungan dalam sektor pertambangan, khususnya terkait pemulihan ekosistem pascatambang yang tidak hanya menyangkut aspek fisik, tetapi juga flora dan fauna.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, perwakilan instansi kehutanan, organisasi lingkungan, hingga unsur TNI. Acara ditutup dengan pemberian beasiswa kepada anak almarhum alumni serta santunan kepada anak yatim.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT