Setibanya di lokasi, personel langsung melakukan pemadaman guna mencegah api meluas ke area lainnya. Setelah kobaran berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi kembali menyala.
Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi kendala berupa tidak tersedianya sumber air di sekitar lokasi kejadian. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan dalam melakukan pemadaman secara cepat.
Berdasarkan pendataan BPBD Muba, lahan yang terbakar merupakan kawasan semak belukar dengan jenis tanah mineral. Luas area terdampak diperkirakan mencapai sekitar 2 hektare.
Setelah berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.20 WIB.
“Alhamdulillah, sekitar pukul 18.20 WIB proses pemadaman dan pendinginan selesai. Kondisi api sudah padam,” jelas Marko.
Meski api telah berhasil dipadamkan, BPBD Muba tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutbunla, khususnya di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar.