“Jangan sampai kegiatan ini kembali meningkatkan angka penyebaran Covid-19. Pelaksanaan ini harus tertib dan ketat disiplin prokes. Kita tidak boleh teledor,” tegasnya.
Sebab, lanjutnya, hal itu tentu akan mencoreng nama baik Kementerian Agama, Sumsel bahkan Pramuka itu sendiri.
“Jangan sampai keteledoran kita membuat Kementerian Agama, Sumsel dan Pramuka tercoreng. Tunjukkan jika kita ini disiplin,” terangnya.
Diketahui, PWNPKT XV tersebut sedikitnya diikuti oelah 1176 peserta. Hanya saja, tidak semua peserta hadir lantaran kegiatan tersebut harus tetap menerapkan protokol kesehatan.
Disis lain, Yaqut menyebut, kiprah gerakan kepanduan di Indonesia sudah mengakar sejak masa perjuangan kemerdekaan. Mulai 1961, Presiden Soekarno menyatukan gerakan-gerakan kepanduan itu dalam Perkumpulan Gerakan Pramuka. Dimana gerakan pramuka sendiri sebagai langkah untuk membina kedisiplinan generasi muda.
“Pramuka ini sudah mengakar di masyarakat kita. Melalui pramuka ini kita membentuk prilaku disiplin generasi muda. Pramuka ini membawa tanggung jawab besar bagi kemajuan bangsa,” pungkasnya.